Sabtu, 05 November 2016

KONSEP NILAI WAKTU DARI UANG

Pengertian Nilai Waktu Uang
Nilai waktu uang merupakan konsep sentral dalam manajemen keuangan, atau nilai waktu dari uang, di dalam pengambilan keputusan  jangka panjang, nilai waktu memegang peranan penting. Sebuah contoh seperti kenaikan pangan yang dikeluhkan oleh masyarakat, di mana masyarakat mengambil kesimpulan sendiri atas kenaikan pangan. Ada yang mengatakan kenaikan dikarenakan pasokan barang mulai langka, dan lain-lain.
Konsep Nilai Waktu Uang
Konsep nilai waktu uang di perlukan oleh manajer keuangan dalam mengambil keputusan ketika akan melakukan investasi pada suatu aktiva dan pengambilan keputusan ketika akan menentukan sumber dana pinjaman yang akan di pilih. Suatu jumlah uang tertentu yang di terima waktu yang akan datang jika di nilai sekarang maka jumlah uang tersebut harus di diskon dengan tingkat bunga tertentu (discountfactor).
ISTILAH YANG DIGUNAKAN :
Pv = Present Value (Nilai Sekarang)                 SI    = Simple interest dalam rupiah
Fv = Future Value (Nilai yang akan datang)    An   = Anuity
I   = Bunga (i = interest / suku bunga)              n      = tahun ke-
P0 = pokok/jumlah uang yg dipinjam/dipinjamkan pada periode waktu
Konsep nilai waktu uang (time value of money concept) merupakan konsep yang dipahami sebagian besar orang di dunia. Teorinya: uang yang ada sekarang lebih tinggi nilainya dibandingkan jumlah yang sama dimasa depan. Sebagai contoh: uang sejumlah Rp 6.000,00 sekarang dapat membeli satu liter beras kualitas sedang. Namun, uang sejumlah tersebut diatas tidak dapat membeli satu liter beras pada tahun depan, mungkin 0,9 liter. Disini terlihat bahwa secara kualitas, nilai uang tergerus seiring dengan jalannya waktu. Tergerusnya nilai uang tersebut disebut sebagai inflasi.
Inflasi muncul melalui banyak sebab. Dari sudut makro ekonomi, inflasi bisa berarti kabar yang baik (pada batasan tertentu). Jika pengangguran menurun, artinya banyak orang menerima penghasilan, artinya pula ada banyak uang yang beredar di pasar. Selaras dengan hukum penawaran dan permintaan, maka saat daya beli meningkat (karena orang-orang menerima penghasilan) maka harga-harga biasanya ikut naik. Kenaikan harga tersebut sudah kita pahami sebelumnya sebagai inflasi. Maka jelas inflasi (sekali lagi pada batas tertentu) merupakan salah satu indikator menurunnya pengangguran.
Inflasi merupakan salahsatu konsekuensi dari perkembangan perekonomian. Yang harus diperhatikan dari inflasi adalah: apakah kenaikan harga (inflasi) tersebut didukung oleh daya beli seseorang (secara kualitatif)? Mari kita biarkan dahulu tentang masalah ini kepada penentu kebijakan.
Tujuan dari rencana keuangan adalah untuk mencapai keadaan perekonomian seseorang seperti yang ditargetkan sebelumnya. Maka dalam merencanakan keuangan penting kita ketahui bahwa inflasi merupakan bagian yang inheren pula dari setiap tindakan/keputusan keuangan yang diambil. Misalnya dalam keputusan memilih investasi : jangan sampai pengorbanan sekarang yang kita lakukan, alih-alih mendapat nilai tambah, akhirnya justru menurun.
Metode-metode Nilai Waktu Uang
  1. Metode average rate of return
Metode ini mengukur berapa tingkat keuntungan yang diperoleh suatu investasi atau LABA / INVESTASI
Jika average rate of return lebih tinggi dari laba yang diharapkan → layak
Kelemahan metode ARR : Mengabaikan nilai waktu uang
  1. Metode payback period
Mengukur seberapa cepat investasi itu kembali
Kriteria penilaian investasi : Semakin cepat semakin baik
Kelemahan Metode payback period : Mengabaikan nilai waktu uang, Mengabaikan CF setelah investasi kembali
  1. Metode net present value (NPV)
Metode ini menghitung selisih antara nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaan kas bersih           Jika NPV +     → layak
  1. Metode profitability index (PI)
Metode ini menghitung perbandingan antara nilai sekarang penerimaan kas bersih dimasa yang akan datang dengan nilai sekarang investasi Jika PI lebih dari 1 → layak
  1. Metode internal rate of return (IRR)
Tingkat discount faktor yang menyamakan nilai sekarang investasi dan nilai sekarang penerimaan kas bersih dimasa yang akan datang Jika IRR > tk bunga atau laba yang disyaratkan → layak .
 Konsep Anuitas
Anuitas adalah merupakan satu arus (stream) kas yang tetap setiap periodenya. Beberapa contoh dari perhitungan anuitas dalam keuangan individu, misalnya cicilan bulanan kredit mobil atau rumah dan pembayaran biaya kontrak rumah bulanan. Arus kas ini bisa merupakan arus kas masuk sebagai pengembalian atas investasi maupun arus keluar yang dialokasikan sebagai tujuan investasi.
Nilai masa depan anuitas memberikan nilai dari sebuah perencanaan tabungan yang dilakukan secara tetap baik besaran dan waktunya selama jangka waktu tertentu. Misalkan Anda memutuskan untuk menyisihkan atau menabung sebesar Rp 5 juta setiap akhir tahun selama 30 tahun untuk persiapan dana di saat Anda pensiun. Dengan asumsi bunga yang bisa didapat adalah sebesar 12 persen per-tahun, berapa jumlah dana yang terkumpul setelah 30 tahun? Perhitungan ini dapat dilakukan dengan Rumus dari nilai masa depan Anuitas:
FVA={Ax[(1+i)n-1]}/i
Menghitung dengan rumus diatas maka kita mendapatkan jumlah dana setelah 30 tahun sebesar Rp 1,206,663,422. Perhatikan, bahwa dana yang Anda investasikan selama 30 tahun hanya sejumlah Rp 150 juta (Rp 10 juta x 30 tahun). Selisih nilai sebesar Rp 1,056,663,422 merupakan bunga yang didapat dari hasil perhitungan bunga berbunga selama 30 tahun. Bukan main bukan dampak waktu terhadap uang yang Anda miliki.
Nah kembali ke contoh diatas, dimana Anda membutuhkan dana sebesar Rp 1 miliar untuk kebutuhan masa pensiun dan Anda masih memiliki waktu selama 30 tahun, berapa besar tabungan yang harus disisihkan setiap tahunnya selama 30 tahun? Asumsi bunga adalah 12 %.
Mari berhitung. Disini tujuan yang ingin kita capai adalah Rp 1 miliar. Nilai ini adalah FVA รข€” nilai masa datang yang ingin dicapai. Kemudian tingkat suku bunganya adalah 12% (i). dan jangka waktu (n) adalah 30 tahun, jadi berapa besar yang harus ditabung ? Anda bisa menggunakan rumus seperti diatas, FVA = {A x [(1+i)n-1]}/i, dimana :
–  FVA = nilai masa depan yang ingin dicapai
– A = tabungan yang harus dialokasikan
–   i = bunga yang dipakai sebagai perhitungan
–   n = jangka waktu investasi atau tabungan.
Dari hasil perhitungan tersebut didapat nilai sebesar Rp 4,143,658 yang harus ditabung selama 30 tahun untuk mencapai target nilai investasi sebesar Rp 1 miliar. Sebenarnya Anda hanya perlu menabung sebesar kurang lebih Rp 345,304 setiap bulannya atau Rp 11,510 perharinya. Tentunya Anda sanggup menabung sebesar Rp 12,000 perharinya dimana nilainya sebanding dengan membeli cappuccino di sebuah kafe terkenal di Jakarta.
Bagaimana apakah Anda masih tidak percaya? Inilah konsep nilai waktu uang yang harus Anda perhatikan. Semakin panjang waktu yang dimiliki semakin kecil besar tabungan yang harus disisihkan bila hal lain dianggap tetap.
Bila target nilai yang ingin dituju adalah Rp 1 miliar untuk kebutuhan masa pensiun nanti maka menabunglah sebasar Rp 4,143,658 setiap tahun selama 30 tahun dengan bunga 12 persen per tahunnya.
Sementara itu, nilai tunai (nilai saat ini) dari sejumlah anuitas (PVA) merupakan kebalikan dari FVA, dimana :
PVA={Ax(1-[1/(1+i)n])}/i.
Dimana i adalah tingkat suku bunga dan n adalah jangka waktu pembayaran. Jika diperhitungkan dari contoh diatas, maka PVA= {Rp 4,143,658 x (1-[1/(1,12)30])}/ 0,12 = Rp 33,377,924. Logikanya seperti ini, dengan jumlah dana sebesar Rp 33,377,924 yang Anda tempatkan saat ini selama 30 tahun kedepan dengan bunga 12 peren per tahun maka nilai investasi ini akan berjumlah Rp 1 miliar (sama dengan perhitungan bila Anda menyisihkan Rp 4,143,658 per tahun selama 30 tahun dengan bunga 12 persen pertahun).
Dengan dimengerti konsep nilai waktu uang ini maka Anda bisa mempraktekkannya kedalam perencanaan keuangan yang Anda kembangkan. Dengan mengetahui nilai tujuan keuangan masa depan, Anda dapat menghitung berapa besar tabungan yang harus Anda sisihkan guna mencapai tujuan tersebut. Dengan menghitung tabungan yang besarnya tidak terlalu mengagetkan (Rp 12,000 per hari) membuat Anda juga termotivasi untuk mencapai apa yang Anda inginkan.
Konsep bunga berbunga atau bunga majemuk dengan penekanan pada anuitas sangatlah penting untuk dipahami oleh semua individu karena memberikan suatu alternatif perhitungan investasi guna mencapai tujuan keuangan yang diinginkan.
Penjelasan Annuity
Annuity adalah suatu rangkaian pembayaran uang dalam jumlah yang sama yang terjadi dalam periode waktu tertentu. Anuitas nilai sekarang adalah sebagai nilai anuitas majemuk saat ini dengan pembayaran atau penerimaan periodik dan sebagai jangka waktu anuitas.
PVAn = A1 [(S (1+i)n] = A1 [ 1 – {1/ (1+ i)n/i } ]
Anuitas nilai masa datang adalah sebagai nilai anuaitas majemuk masa depan dengan pembayaran atau penerimaan periodik dan n sebagai jangka waktu anuitas.
FVAn = A1 [(S (1+i)n– 1 ] / i
Dimana : A1        : Pembayaran atau penerimaan setiap periode
3.7  Konsep Nilai Waktu Dari Uang
  1. FUTURE VALUE
Nilai yang akan datang (future value) adalah nilai uang diwaktu akan datang dari sejumlah uang saat ini atau serangkaian pembayaran yang dievaluasi pada tingkat bunga yang berlaku. Ada lima parameter yang ada dalam fungsi fv(), yaitu :
  • Rate, tingkat suku bunga pada periode tertentu bisa per bulan ataupun per tahun.
  • Nper, jumlah angsuran yang dilakukan
  • Pv, nilai saat ini yang akan dihitung nilai akan datangnya.
  • Type, jika bernilai 1 pembayaran dilakukan diawal periode, jika bernilai 0 pembayaran dilakukan diakhir periode.
Rumus yang digunakan:
Formula Future Value sbb:
(1) Manual : Fv = Po (1+r)^n
Fv = nilai pada tahun ke- n
Po = nilai pada tahun ke- 0
r    = tingkat bunga
n   = periode
(2) Tabel :   Fn = Po ( DF r,n )
DF = discount Factor – melihat tabel
Contoh :
Budi menabung selama 5 tahun berturut-turut dengan jumlah yang sama yaitu Rp.2.000.000 / tahun. Dengan tingkat bunga 10% tahun, berapa tabungan Budi pada tahun ke-5 ?
Jawab :
Cara Manual : FVn    =           X [ (1 + r)n – 1 ] / r
FVA5 = 2.000.000 [ (1 + 0,1)5-1 ]/0,1
= 2.000.000 [ 6,105] = Rp 12.210.000
  1. Nilai masa mendatang untuk aliran kas tunggal
Jika kita memperoleh uang Rp 1.000,- saat ini dan kemudian menginvestasikan pada tabungan dengan tingkat bunga 10 %, berapa uang kita 1 tahun mendatang ?.
Hal ini dapat bisa di hitung dengan rumus :
FV = PO + PO ( r )
= PO + ( 1 + r )
FV = Nilai Masa Mendatang
PO = Nilai Saat Ini
r = Tingkat Bunga
Jadi FV1 = 1.000 ( 1 + 0,1 )
= 1.100
Jika periode investasi tidak hanya 1 tahun tapi beberapa tahun maka rumusnya :
FVn = PVo ( 1 + 0,1 )
FVn = Nilai Masa Mendatang
PVo = Nilai Saat Ini
r = Tingkat Bunga
n = Jangka Waktu
Jadi nilai mata uang yang tadinya 1.000 5 tahun mendatang
FV5 = 1000 (1 + 0,1 )5 = 1.610,51
Sedangkan proses menanamkan uang ke bank dengan tingkat bunga tertentu selama periode tertentu disebut proses pergandaan. Contoh : kita menabung awal tahun Rp 1.000 dengan tawaran bunga 10% per tahun, dan di gandakan setiap 6 bulan,bisa di hitung dengan rumus
FVn = PVo (1 + n/k )kn
K = frekuensi penggandaan
FV1 = 1.000 (1 + 0,1 / 2)2 .1 = 1.102,5
FV2 = 1.000 ( 1 + 0,1 / 2 ) = 1.215,51
Sedangkan bila kita secara kontinu
FVn = PVo x e r . t
E 2,71828
Jadi misal Rp 1.000 kita gandakan secara kontinu, selama 1 dan 2 tahun maka, nilai pada akhir tahun pertama dan kedua.
FV1 = 1.000 x (2,71828)0,1 .1 = 1.105,7
FV2 = 1.000 (2,71828)0,1×2 = 1.221,4
  1. Future Value Annuity (nilai masa mendatang untuk seni pembayaran)
Misal kita memperoleh Rp 1.000 pertahun selama 4x, uang yang diterima pada akhir tahun, berapa nilai masa mendatang jika tingkat bunga 10% ?
FVn = X [(1 + r)n – 1] /r
X = Jumlah pembayaran kas untuk setiap periode
r = Tingkat bunga
n = Jumlah periode
Jadi uang kita pada akhir tahun
FV4 = 1.000 [ ( 1 + 0,1 )4 – 1 ] / 0,1 = 4.641
Aliran kas juga bisa di bayarkan setiap awal tahun. Contoh : Rp 1.000 yang akan kita terima selama 4x di bayarkan setiap 4 tahun dengan tingkat bunga 10%. Berepa nilai masa
mendatang ?
FVna = X [{( 1 + r )n – 1 }/r ] (1 + r)
FVna = Future Value Annuity Due
n = Jumlah Periode
z = Jumlah pembayaran kas untuk setiap periode
FV4 = 1.000 [{(1 + 0,1)4 – 1}/r ] (1 + 0,1 ) = 5.105
  1. PRESENT VALUE (Nilai Sekarang)
Nilai sekarang (Present Value) adalah nilai sekarang dari satu jumlah uang atau  satu seri pembayaran yang akan datang, yang dievaluasi dengan suatu tingkat bunga tertentu. Suatu investasi dapat diterima hanya jika investasi itu menghasilkan paling tidak sama dengan tingkat hasil investasi di pasar yaitu lebih besar dari pada tingkat bunga deposito (tingkat hasil tanpa resiko).
Keterangan :
PV = Present Value / Nilai Sekarang
Kn = Arus kas pada tahun ke-n
R   = Rate / Tingkat bunga
n    = Tahun Ke-n (dibaca dan dihitung pangkat n).
Contoh :
Jika di masa yang akan datang kita akan punya saldo sebesar 1,1 juta hasil berinvestasi selama satu tahun, maka uang kita saat ini adalah sebesar :
PV = 1.100.000 / (1 + 0,1) ^1
PV = 1.000.000 rupiah
  1. Nilai sekarang untuk aliran kas tunggal.
Nilai sekarang merupakan kebalikan nilai kemudian. Apabila dalam nilai masa mendatang kita melakukan pergandaan, dalam present value kita melakukan proses pendiskontoan.
FVn = PVo ( 1 + r )n
FVn = nilai kemudian
PVo = nilai sekarang
Jadi PVo = FVn / [( 1 + r )n ]
Misalkan kita mempunyai kas Rp 1.000 satu tahun mendatang Rp 1.121 dua tahun mendatang dan 1.610,51 lima tahun mendatang. Berapa nilai sekarang dari masing-masing kas tersebut jika tingkat diskonto 10% ?
PV1 = = 1.000
PV2 = = 1.000
PV5 = = 1.000
Misalkan proses pendiskontoan dilakukan 1 tahun 2x dengan tingkat diskonto 10% per tahun berapa nilai sekarang aliran kas sebesar Rp 1.100 yang akan kita terima 1 tahun mendatang ? berapa nilai sekarang aliran kas sebesar Rp 1.610,5 yang akan kita terima 5 tahun mendatang?
PVo = FVn [1 + (r/k)]n . k
PV1 = 1.100 / [1 + (0,1 / 2)1 . 2 = 997,73
PV5 = 1.610,5 / [1 + (0,1 / 2)5×2 = 988,71
Dan jika pergandaanya secara kontinu
PVo = (FVn /er x T )
e = 2,71818
PV1 = 1.100 / (2,71828)0,1 x 1 = 904,84
PV5 = 1.1610,5 / (2,71828)0,1 x 5
  1. Nilai sekarang untuk seni pembayaran kas (Annuity)
  • Nilai sekarang untuk periode terbatas.
Contoh : kita akan menerima pembayaran sebesar Rp 1.000 per tahun mulai akhir tahun ini (tahun ke I ) selama 4x. berapa nilai sekarang dan aliran kas tersebut jika tingkat diskonto 10% ?
PV = [ C – C / (1 + r)n]r
C = aliran kas per periode
r = tingkat diskonto
n = jumlah periode
PV = PV aliran kas mendatang
PV = [1.000 – 1.000 / (1 + 0,1)4] / 0,1
= 1.000 – 683,0135 / 0,1
= 3.169,9
Ketika kas dibayar awal periode dengan perhitungan akan menerima Rp 1.000 per tahun selama 4 tahun maka present value aliran kas tersebut.
PV = [{C – (C / (1 + r)n )} / r ] (1 + r)
PV = [{1.000 –1.000 (1 + 0,1)4 )} / 0,1 ] (1 + 0,1)
= 3.486,9
Jadi nilai kas 3.486,9, yang dibayar pada awal periode.
  • Nilai sekarang untuk kas yang tidak sama besarnya.
Dalam beberapa situasi kita akan menerima kas yang besarnya tidak sama untuk setiap periode. Misalkan kita akan menerima kas selama 4 tahun besarnya Rp 1.000, Rp 1.500, Rp 2.000 dan Rp 3.000 untuk tahun 1,2,3 dan 4. Pembayaran kas Dilakukan pada akhir periode berapa nilai kas tersebut saat ini ?
PV = + + +
= 5.700,4
  • Nilai sekarang untuk periode tidak terbatas.
PV = C / r
C = Aliran Kas
r = Tingkat Diskonto
  • Nilai sekarang yang tidak terbatas, aliran kas tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tertentu.
Contoh : suatu saham membagikan deviden pada awal tahun sebesar Rp 1.000. perusahaan tersebut akan meningkatkan deviden sebesar 5% per tahun untuk periode tidak terhingga dengan tingkat diskonto 5%. Berapa PV ?
PV = dengan asumsi r > 9
PV = 21.000
  1. ANNUITY ( Nilai masa datang dan masa sekarang )
ANNUITY : Suatu rangkaian pembayaran uang dalam jumlah yang sama yang terjadi dalam periode waktu tertentu
FV =  Ko
Keteragan :
FV       = Future Value / Nilai Mendatang
Ko       = Arus Kas Awal
r           = Rate / Tingkat Bunga
n          = Tahun Ke-n (dibaca dan dihitung pangkat n).
Contoh :
Jika kita menabung 1 juta rupiah dengan bunga 10% maka setelah satu tahun kita akan mendapat :
FV = 1.000.000
FV = 1.100.000 rupiah
Nilai Majemuk Anuitas adalah Nilai anuitas yang akan diterima di waktu yang akan datang untuk periode tertentu.
Rumus:
Sn  =  a [ ( 1 + i )n-1 + … + ( 1 + i )1 + ( 1 + i )0 ]
Keterangan :
a          = Jumlah modal (uang) pada awal periode
Sn        = Jumlah yang diterima pada akhir periode
Nilai Tunai Anuitas adalah Nilai saat ini dari anuitas yang akan diterima di waktu yang akan datang selama periode tertentu.
Rumus :
NT An = Amortisasi Pinjaman adalah Pembayaran tahunan untuk mengakumulasikan sejumlah  dana (uang) di waktu yang akan datang.
Keterangan :
CVIF  =  Compound value interest factor atau Jumlah majemuk dari suku bunga selama periode ke n
  1. BUNGA SEDERHANA (Dibayar 1 kali dalam setahun)
NILAI MAJEMUK  dengan Bunga dibayar 1 kali dalam setahun.
Rumus :
Vn = P0 (I + i )n
Keterangan :
Vn       = Future value tahun ke-n
Po       = Pinjaman atau tabungan pokok
i           = Tingkat suku bunga/ keuntungan disyaratkan
n          = Jangka waktu
Bunga yang dibayarkan hanya pada pinjaman atau tabungan atau investasi pokoknya saja.
FVn = Po [ 1 + (i) (n) ]
  1. BUNGA MAJEMUK (Dibayar  lebih dari 1 kali dalam setahun)
NILAI MAJEMUK  dengan Bunga dibayarkan lebih dari 1 kali dalam setahun.
Rumus :
Vn = P0
Keterangan :
P0       = pokok/jumlah uang yg dipinjam / dipinjamkan pada periode waktu
m         = Berapa kali bunga dibayar dalam satu tahun
I           = Bunga
i           = interest / suku bunga
n          = Jangka waktu
Bunga yang dibayarkan (dihasilkan) dari pinjaman (investasi) ditambahkan terhadap pinjaman pokok secara berkala.
FVn = Po ( 1 + i )n
Dimana:
FVn = future value tahun ke-n
Po = pinjaman atau tabungan pokok
i = tingkat suku bunga/ keuntungan disyaratkan
n = jangka waktu.
SUMBER/REFERENSI :
https://kevinhenanta.wordpress.com/2015/11/29/bab-7-konsep-nilai-waktu-dari-uang/

Teknik Peramalan Usaha dalam Badan Usaha



Suatu badan usaha menjalankan kegiatan operasional (pemasaran, produksi, personalia, keuangan, administrasi/akuntansi) dan kegiatan manajerial (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengoordinasian, dan pengawasan).
Kegiatan ini dilakukan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan dengan efisien dan efektif. Untuk ini perlu peramalan usaha untuk melihat apa yang akan terjadi di masa yang akan datang di segi pemasaran, produksi, personalia, keuangan dan akuntansi sehingga dapat ditentukan tindakan apa yang perlu diambil sekarang. Bila tujuan belum ada, maka peramalan usaha dapat membantu di dalam penentuan tujuan itu sendiri.
Dengan menilai kekuatan dan kelemahan, baik di aspek operasional maupun manajerial, di dalam menghadapi lingkungan (lokal, provinsial, nasional, regional, internasional) baik itu bertalian dengan ideologi, politik, ekonomi, sosial serta pertahanan dan keamanan, dapatlah ditentukan kesempatan berusaha (erat bertalian dengan kekuatan) dan hambatan/ancaman (erat bertalian dengan kelemahan), sehingga dapat diestimasikan berdasar ramalan, yaitu tujuan yang akan dicapai.
Tujuan yang akan dicapai ini merupakan soal atau masalah yang harus diselesaikan. Untuk itu perlu digariskan strategi, kebijaksanaan dan taktik pencapaian tujuan baik parsial (pemasaran, dan lain-lain) maupun total/sistem keseluruhan. Ini semua merupakan usaha perencanaan strategik. Dengan demikian peramalan usaha adalah bagian dari perencanaan.
Pada hakikatnya apa yang disebut pada butir 1, 2, 3, dan 4 di depan merupakan proses pendekatan suatu badan usaha sebagai sistem keseluruhan. Hal ini dapat dilihat dalam Gambar 1.3. Selanjutnya dapat dikatakan bahwa makin kuat suatu badan usaha, makin relatif mudah dilakukan peramalan usaha.
Lingkungan Badan Usaha
Badan usaha yang melakukan kegiatan operasional dan manajerial di dalam mencapai tujuan-tujuan menghadapi lingkungan luar tertentu yang sifatnya dinamis. Lingkungan ini pada satu pihak memberikan kemudahan-kemudahan bagi badan usaha, di lain pihak dapat menghambat jalannya badan usaha.
Lingkungan badan usaha terdiri atas lingkungan ideologi, politik, ekonomi, teknologi, sosial budaya, dan pertahanan-keamanan baik lokal, provinsial, nasional, regional dan internasional.
Kedinamisan lingkungan perlu dimanfaatkan oleh badan usaha. Bagaimanapun juga lingkungan yang penuh dinamika ini perlu diperkirakan atau diramalkan kecenderungannya, sehingga badan usaha siap menghadapi perubahan yang terjadi.
Identifikasi Kesempatan Serta Ancaman Terhadap Badan Usaha
Pengkajian terhadap kesempatan dan ancaman dilakukan sesudah (a) penilaian terhadap kekuatan dan kelemahan badan usaha kala dilakukan pengkajian sistem badan usaha serta (b) usaha menatap lingkungan badan usaha.
Penentuan kesempatan berusaha biasanya dikaitkan dengan kekuatan badan usaha sedang penentuan ancaman terhadap badan usaha dikaitkan dengan kelemahan badan usaha.
Kesempatan muncul karena kemajuan teknologi dan penemuan pasar baru; ancaman timbul karena adanya pesaing atau persaingan.
Berbagai unsur mempengaruhi usaha mengidentifikasi kesempatan dan ancaman berusaha badan usaha. Unsur-unsur tersebut adalah: identifikasi dan analisis masalah, peramalan usaha, tujuan, kebijaksanaan yang diambil dan keberanian mengambil risiko.
Titik tolak semua kegiatan adalah produktivitas. Kesempatan dan ancaman berusaha berubah setiap waktu.
Penentuan Tujuan, Strategi Kebijaksanaan dan Taktik Badan Usaha
Suatu badan usaha mengkaji kekuatan dan kelemahan diri, menatap lingkungan serta menentukan kesempatan dari ancaman sebelum menetapkan tujuan.
Oleh karena apa yang akan dicapai itu berada di waktu yang akan datang maka perlulah dilakukan peramalan terhadap kejadian di waktu yang akan datang (yang tak pasti dan penuh risiko), sehingga dapat dilakukan pengambilan keputusan tentang segala sesuatu dan dimasukkan dalam rencana.
Yang dimasukkan dalam rencana adalah tujuan yang akan dicapai, prioritas masalah yang harus ditangani, strategi, kebijaksanaan serta taktik yang akan ditempuh.
Proses penentuan tujuan, penggarisan strategi, kebijaksanaan, dan taktik merupakan proses pemulihan. Disusul dengan proses implementasi atau pelaksanaan dan penilaian hasil.
Peranan Peramalan Usaha di dalam Badan Usaha
Badan usaha menghadapi lingkungan di dalam menjalankan kegiatan operasional dan manajerial mencapai tujuan. Lingkungan dan kegiatan operasional dan manajerial makin kompleks. Karena itu perlu bantuan peramalan usaha untuk menimbang faktor atau peristiwa yang terjadi di masa datang yang sifatnya tak pasti. Putusan menjadi sangat penting demi suksesnya badan usaha sehingga perlu dukungan peramalan usaha. Peramalan usaha itu bermacam-macam dan berada dalam suatu perbendaharaan teknik peramalan usaha. Pemanfaatan teknik peramalan usaha harus disesuaikan dengan persyaratan dan kebutuhan serta perlu diukur ketepatannya dengan suatu kriterium ketepatan tertentu.
Teknik Peramalan Usaha Kuantitatif
Metode peramalan usaha kuantitatif didasarkan pada data atau informasi yang dikuantifikasikan. Data atau informasi yang diperlukan disimpan dan dapat dimasukkan dalam sistem komputer yang ada.
Perbendaharaan metode peramalan usaha kuantitatif berisi cukup banyak metode peramalan. Pimpinan badan usaha dapat memanfaatkan metode yang paling tepat dengan bantuan komputer disesuaikan dengan data yang ada, pola serta hubungan yang diidentifikasi.
Teknik Peramalan Usaha Teknologis
Teknik peramalan usaha teknologis mengidentifikasi faktor perubahan teknologi dan lingkungan di dalam jangka panjang. Teknik ini biasanya untuk menggambarkan situasi yang berubah karena perkembangan baru. Metodenya bisa bersifat eksploratif, eksploratif/ normatif, normatif dan prospektif.
Mereka yang memanfaatkan metode ini harus sadar bahwa memperpanjang cakrawala waktu mengandung risiko. Peramalan harus dilakukan secara bertahap.
Teknik Peramalan Usaha (Berdasarkan) Kata Hati Nurani
Teknik peramalan usaha berdasar kata hati nurani paling banyak dilakukan karena mudah dan cepat. Pelaksanaannya perlu dilatarbelakangi oleh pengetahuan terhadap teknik peramalan usaha kuantitatif dan teknologis karena banyak kelemahannya. Kelemahan pada teknik peramalan usaha berdasar kata hati nurani, ialah orang terlalu percaya pada diri sendiri, pendapat anggota kelompok peramal tidak satu dan informasi dan pemrosesannya terbatas.
Metode Runtut Waktu Sederhana/Penghalusan
Metode runtut waktu sederhana/penghalusan merupakan metode yang paling mudah dalam perbendaharaan peramalan usaha. Metode runtut waktu sederhana/penghalusan dibagi ke dalam metode rata-rata, baik bergerak 3 maupun 6 periode, dan seterusnya atau metode penghalusan eksponensial.
Metode rata-rata bergerak menggunakan timbangan yang sama bagi setiap data, sedang timbangan yang dipakai metode penghalusan eksponensial berbeda; untuk data yang baru dianggap lebih penting sehingga timbangan lebih besar.
Metode Dekomposisi
Metode Dekomposisi mengidentifikasikan tiga komponen pola yang mensifati rangkaian peristiwa bisnis dan ekonomi, yaitu faktor “trend”, siklus dan musiman.
“Trend” mencerminkan perilaku jangka panjang yang sifatnya meningkat, menurun atau tak berubah. Faktor siklus mencerminkan naik turunnya ekonomi atau industri, mulai dari nilai yang kecil, membesar, mengecil dan membesar lagi. Faktor musiman menunjukkan fluktuasi periodik yang berkepanjangan karena faktor-faktor tertentu.
Metode Runtut Waktu Lanjutan
Metode runtut waktu lanjutan dipakai orang sesuai dengan setiap pola yang ada, tidak khusus untuk sub-pola tertentu saja. Metode runtut waktu lanjutan ada bermacam-macam, antara lain metode otokorelasi, otoregresif, Box-Jenkins, Parzen dan model multivariat.
Metode Regresi Sederhana
Metode regresi sederhana adalah metode pendekatan peramalan usaha kuantitatif yang menerangkan sebab-akibat beberapa variabel yang penting dan mempengaruhi dapat berubah.
Metode regresi dibagi dalam 2 kelompok:

    metode regresi runtut waktu
    metode regresi belah silang

    Metode Regresi Ganda

Metode regresi ganda membantu para pimpinan badan usaha untuk melihat pengaruh beberapa variabel bebas (lebih dari satu) pada variabel tak bebas.
Metode kuadrat terkecil dapat dipakai untuk menentukan parameter konstanta a, koefisien regresi b1, b2, … bn.
Uji kemuradan estimasi parameter didasarkan pada uji-t; uji kemuradan regresi didasarkan pada uji-F.
Model Ekonometrika
Ekonometrika adalah cabang ilmu ekonomi yang memanfaatkan matematika dan statistika untuk menganalisis peristiwa ekonomi sehingga dapat digunakan untuk peramalan usaha.
Studi ekonometrika mengambil langkah: formulasi matematis teori ekonomi, penciptaan hipotesis peristiwa ekonomi, kelembagaan dan teknologi, permodelan yang diukur statistik dan diuji, pengumpulan data, estimasi statistik dan pengambilan kesimpulan statistik yang mengaitkan teori ekonomi dengan analisis empirik.
Bagaimanapun setiap pengamatan tidak akan selalu b; jatuh tepat pada suatu garis. Karena itu perlu dimasukkan variabel gangguan/kesalahan U pada persamaan garis regresi Y = a + bX sehingga berubah menjadi Y = a + bX + U.
Anggapan dasar statistik yang perlu diperhatikan dalam model linier pada metode ekonometrika ialah:

    E(Ui) = 0 untuk i = 1, 2, …. ,n.
    V(U:) = E(U: – EU)2, = E (Ui)2 = 2 untuk i = 1, 2, …., n.
    E (U:Uj) = 0 untuk i j, i, j = 1, 2, …. , n.
    E (X:Ui) = 0 untuk i = 1, 2, …. , n.

Apabila anggapan ini disimpangi muncul masalah heteroskedastisitas, otokorelasi, variabel kesalahan, muncul tikolinearitas, dan lain-lain yang perlu diperbaiki terlebih dahulu agar estimasi tidak “bias” sehingga peramalan usaha dapat diandalkan.
Metode Pemantauan Otomatis Kuantitatif
Metode pemantauan berguna karena dapat dimanfaatkan untuk melihat secara dini perubahan pola/hubungan.
Metode pemantauan otomatis kuantitatif menentukan pola/hubungan yang telah berubah dengan berdasar tanda penelusuran.
Metode Pemantauan Kata Hati Nurani
Pemantauan kata hati nurani merupakan pemantauan siklus “trend”.
Pemantauan siklus “trend” perlu karena keacakan tak begitu penting pada jangka panjang sedang faktor musim juga dapat dipisah agar dapat diketahui pola “trend” siklus.
Demikian data baru masuk, “trend” dapat disesuaikan.

Kebutuhan Data, Komputer dan Pemilihan Metode Kuantitatif yang Tepat
Proses peramalan usaha melalui fase disain, spesifikasi dan evaluasi.
Komputer dapat membantu didalam penyimpanan, memproses, dan memperbaharui data.
Komputer dapat membantu memilih teknik/metode peramalan usaha yang terbaik.

Metode Peramalan Usaha Teknologis Eksploratif
Metode peramalan usaha teknologis eksploratif itu berdasar pada pengetahuan dan penilaian situasi masa lalu dan berusaha meramalkan situasi masa datang.
Metode teknologis eksploratif dibagi lagi ke dalam berbagai metode yang masih jarang dipakai orang kecuali metode Delphi.
Metode Peramalan Usaha Teknologis Normatif
Metode peramalan usaha teknologis normatif memprediksi masa yang akan datang berdasarkan tujuan dan harapan lembaga dan masyarakat.
Metode ini dibagai ke dalam metode pohon berhubungan, analisis sistem dan prospektif.
Penilaian Terhadap Metode Peramalan Usaha Teknologis/Kualitatif
Metode peramalan teknologis merupakan metode yang dapat menjadi pelengkap metode peramalan kuantitatif.
Metode ini kaya akan berbagai teknik/cara peramalan.
Metode ini bagaimanapun juga tak dapat terlepas dari penilaian tentang kesahihannya setiap waktu.
Metode Peramalan Usaha Intuitif Mikro
Metode peramalan usaha intuitif merupakan pelengkap metode peramalan usaha kuantitatif dan kualitatif.
Metode peramalan usaha intuitif mikro dibagi ke dalam

    metode intuisi perorangan dan
    metode intuisi kelompok.

Metode intuisi perorangan dibagi lagi ke dalam

    metode intuisi individu dan
    metode putusan sifat ganda.

Metode intuisi kelompok dibagi ke dalam

    metode komite,
    metode estimasi para penjual, dan
    metode yuri pendapat eksekutif.


Metode Peramalan Usaha Intuitif Makro
Metode peramalan usaha intuitif makro merupakan bagian metode peramalan usaha intuitif yang didasarkan pada agregasi informasi banyak orang.
Metode peramalan usaha intuitif makro dibagi ke dalam metode survei antisipasi dan metode penelitian pasar.
Penilaian Terhadap Metode Peramalan Intuitif
Suatu kenyataan bahwa metode peramalan usaha intuitif dilakukan orang. Agar supaya orang berhasil menjalankan metode peramalan usaha intuitif dia harus mengikuti langkah:

    mengumpulkan data yang penting dan perlu,
    menganalisis data untuk menentukan dampak pada barang yang diproyeksikan; dan
    mengintegrasi dampak tersebut dengan rencana dan putusan.

Selain itu orang perlu menetralkan diri dari kepercayaan berlebih pada diri sendiri/ kelompok, memperoleh informasi yang objektif, dan menggunakan metode lain untuk melengkapi.
Penerapan Metode Peramalan Usaha Pada Sektor Pertanian
Untuk melihat pertumbuhan atau perkembangan sektor/subsektor pertanian perlu ditelaah faktor-faktor apa yang terlihat di dalamnya. Tahap pertama adalah mengkaji pertumbuhan alamiah. Tahap kedua mengidentifikasi faktor penyebabnya.
Terhadap perbendaharaan metode peramalan untuk mengkaji situasi masa datang berbagai aspek yang ada dalam sektor/subsektor pertanian ini sehingga badan usaha yang berada di dalam sektor/subsektor dapat menggariskan tujuan, strategi, kebijaksanaan dan taktik mengikuti perkembangan dalam sektor/subsektornya.
Penerapan Metode Peramalan Usaha Pada Sektor Pertambangan dan Energi
Penerapan metode peramalan, usaha pada sektor pertambangan energi meliputi aspek-aspek produksi, konsumsi, ekspor, impor, biaya, penawaran dan permintaan.
Kebutuhan akan bahan tambang naik turun, namun kebutuhan akan energi meningkat terus.
Peramalan situasi pertambangan dan energi merupakan keharusan agar dapat dipersiapkan rencana jangka pendek maupun jangka panjang.
Penerapan Metode Peramalan Usaha Pada Sektor Industri
Sektor industri dibagi ke dalam subsektor industri dasar logam dan mesin; subsektor aneka industri; dan industri kecil.
Metode peramalan usaha yang biasa diterapkan di dalam sektor industri adalah metode runtut waktu, regresi, masukan-keluaran dan simulasi
Penerapan Metode Peramalan Usaha Pada Sektor Jasa
Sektor jasa merupakan sektor perekonomian yang terakhir dan memegang peranan cukup penting dalam penentuan Produk Domestik Bruto suatu negara.
Sektor jasa terdiri atas subsektor listrik, gas dan air minum, bangunan, perdagangan, pengangkutan dan komunikasi, bank dan lembaga keuangan lainnya, sewa rumah, pemerintahan, dan jasa-jasa lain.
Metode peramalan yang dapat diterapkan meliputi metode pertumbuhan alami, metode regresi, dan persamaan simultan.
Penerapan Metode Peramalan Pada Kegiatan Operasional Badan Usaha
Peramalan usaha merupakan ujung tombak perencanaan bagian-bagian dalam suatu badan usaha. Peramalan harus dipertimbangkan ketepatan dan biayanya.
Bagaimanapun juga badan usaha yang mengadakan peramalan usaha lebih berhasil dibandingkan yang tidak. Manajemen yang menghayati peramalan usaha dengan baik akan lebih tanggap daripada yang tidak.
Peramalan usaha di bagian pemasaran bertalian dengan penjualan; peramalan usaha di bagian produksi bertalian dengan perencanaan produksi (biasanya bertalian dengan peramalan penjualan)
Sumber : https://massofa.wordpress.com/2008/02/02/teknik-peramalan-usaha-dalam-badan-usaha/