TUGAS
Di susun oleh:
Nama : Muhammad ilham ar Rahman
Kelas : 1EB02
Tugas : Peran perdangan luar negeri di
indonesia
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN AKUNTANS
Peran Pedangan luar Negeri di Indonesia
Perdagangan
Internasional biasa disebut dengan perdagangan antarnegara seperti negara menjual barang hasil produksi nya ke negara lain, suatu negara juga membutuhkan negara lain dalam hubungan
masyarakat internasional. Sebenarnya yang melakukan hubungan bukanlah
‘negara’ yang bersangkutan melainkan ‘penduduk atau warga negara’ di suatu negara dengan
‘penduduk’ negara lain. Dalam hal ini, penduduk dapat diartikan suatu
perusahaan atau lembaga pemerintah di suatu negara yang melakukan perdagangan
internasional. Hubungan negara tidak hanya terbatas dengan pedangangan barang atau pun jasa saja.
Kegiatan utama perdagangan internasional di maksud dengan ekspor dan impor. Ekspor adalah kegiatan perdagangan suatu
perusahaan untuk mengeluarkan barang dari wilayah pada suatu negara dan
memperdagangkannya di wilayah negara lain. Definisi ekspor yang
lain adalah arus barang dan jasa dari dalam negeri ke luar negeriNegara yang menjual barang dan jasa ke negara lain disebut negara pengekspor. Di
sisi lain, impor adalah kegiatan perdagangan suatu perusahaan untuk memasukkan
barang dari luar negeri untuk diperdagangkan atau diperjualbelikan di dalam
negeri. Definisi impor yang lain adalah arus barang dan jasa dari luar
negeri ke dalam negeri. Negara yang membeli atau mendatangkan barang dan jasa dari luar negeri ke dalam negeri disebut negara pengimpor.
Pertukaran atau yang lebih sering
disebut dengan perdagangan merupakan suatu proses tukar menukar yang dilakukan
secara sukarela. Masing-masing pihak sama-sama ingin melakukan
perdagangan dan ada kesepakatan baik mengenai harga maupun jumlah barang dan
jasa yang diperdagangkan.
Faktor-faktor pedangan luar negeri
Banyak faktor pendorong suatu negara melakukan
perdagangan internasional, diantaranya sebagai berikut :
·
Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri
·
Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan
pendapatan Negara.
·
Adanya perbedaan kemampuan kepuasan ilmu pengetahuan
dan teknologi dalam mengolah sumber daya ekonomi.
·
Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu
pasar baru untuk menjual produk tersebut
·
Adanya perbedaaan kekayaan sumber daya alam, iklim,
tenaga kerja,budaya dan jumlah penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan hasil
produksi dan adanya keterbatsan produksi
·
Adanya kesamaan selera terhadap suatu barang.
Jenis-jenis
perdangan internasional
Perdagangan
internasiaonal atau antara negara dapat dilakukan dengan berbagai macam cara
diantaranya :
1. Ekspor
Dibagi dalam beberapa
cara antara lain :
a. Ekspor Biasa
Pengiriman barang
keluar negri sesuai dengan peraturan yang berlaku, yang ditujukan kepada
pembeli di luar negri, mempergunakan L/C dengan ketentuan devisa.
b. Ekspor Tanpa L/C
Barang dapat dikirim
terlebih dahulu, sedangkan eksportir belum menerima L/C harus ada ijin khusus
dari departemen perdagangan
2. Barter
Pengiriman barang ke
luar negri untuk ditukarkan langsung dengan barang yang dibutuhkan dalam negri.
Jenis barter antara
lain :
a. Direct Barter
Sistem pertukaran
barang dengan barang dengan menggunakan alat penetu nilai atau lazim disebut
dengan denominator of valuesuatu mata uang asing dan penyelesaiannya dilakukan
melalui clearing pada neraca perdagangan antar kedua negara yang bersangkutan.
b. Switch Barter
Sistem ini dapat
diterapkan bilamana salah satu pihak tidak mungkin memanfaatkan sendiri barang
yang akan diterimanya dari pertukaran tersebut, maka negara pengimpor dapat
mengambil alih barang tersebut ke negara ketiga yang membutuhkannya.
c. Counter Purchase
Suatu sistem
perdagangan timbal balik antar dua negara. Sebagai contoh suatu negara yang
menjual barang kepada negara lain, mka negara yang bersangkutan juga harus
membeli barang dari negara tersebut.
d. Buy Back Barter
Suatu sistem penerapan
alih teknologi dari suatu negara maju kepada negara berkembang dengan cara
membantu menciptakan kapasitas produksi di negara berkembang , yang nantinya
hasil produksinya ditampung atau dibeli kembali oleh negara maju.
3. Konsinyasi (Consignment)
style="margin-left:
27.0pt; text-align: justify;">Pengiriman barang dimana belum ada
pembeli yang tertentu di LN. Penjualan
barang di luar negri dapat dilaksanakan melalui Pasar Bebas ( Free Market) atau
Bursa Dagang ( Commodites Exchange)
dengan cara lelang. Cara
pelaksanaan lelang pada umumnya sebagai berikut :
a.Pemilik brang
menunjuk salah satu broker yang ahli dalah salah satu komoditi.
b.Broker memeriksa
keadaan barang yang akan di lelang terutama mengenai jenis dan jumlah serta
mutu dari barang tersebut.
c. Broker meawarkan harga transaksi atas barang
yang akan dijualnya, harga transaksi ini disampaikan kepada pemilik barang.
d.Oleh panitia lelang
akan ditentukan harga lelang yang telah disesuaikan dengan situasi pasar serta
serta kondisi perkembangan dari barang yang akan dijual. Harga ini akan menjadi
pedoman bagi broker untuk melakukan transaksi.
e.Jika pelelangan telah
dilakukan broker berhak menjual barang yang mendapat tawaran dari pembeli yang
sana atau yang melebihi harga lelang.
f.Barang-barang yang
ditarik dari pelelangan masih dapat dijual di luar lelang secara bawah tangan
g.Yang diperkenankan ikut serta dalam pelalangan
hanya anggita yang tergabung dalam salah satu commodities exchange untuk
barang-barang tertentu.
h.Broker mendapat
komisi dari hasil pelelangan yang diberikan oleh pihak yang diwakilinya.
Kelebihan pedangangan dalam luar
negeri
·
Terpenuhi kebutuhan akan berbagai macam
barang dan jasa
·
Penduduk di negara yang bersangkutan
dapat memperoleh barang dan jasa dengan mudah dan murah sebagai akibat dari
adanya efisiensi dan spesialisasi
·
Pendapatan atau devisa negara meningkat
·
Terbukanya kesempatan kerja
·
Terciptanya persahabatan dan kerjasama
antarnegara diberbagai bidang
·
Terdorongnya kegiatan ekonomi dalam
negeri
·
Mendorong keinginan untuk meningkatkan
produksi
·
Perdagangan internasional bisa mendorong
lajunya pertumbuhan ekonomi
kelemahan
pedangangan dalam luar negeri
·
Mundurnya industri dan produksi dalam
negeri kalau masyarakat lebih menyukai produk-produk luar negeri.
·
Munculnya ketergantungan kepada
negara-negara maju sebagai pemilik faktor-faktor produksi.
·
Adanya kecenderungan bagi masyarakat
untuk melakukan tindakan konsumsi secara berlebihan.
·
Terjadi perubahan pola dan kebiasaan
konsumsi yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan ekonomi akibat dibukanya
hubungan dengan luar negeri.
Peranan Perdagangan Internasional dalam Perekonomian Indonesia
Hubungan perdagangan yang dibina antara satu negara
dan negara lainnya akan menimbulkan manfaat secara ekonomi maupun nonekonomi,
baik yang berdampak positif maupun negatif bagi suatu negara.
1. Pengaruh Ekonomis
a. Pengaruh Ekonomis pada Kegiatan
Konsumsi
Pengaruh ekonomis perdagangan internasional pada
kegiatan konsumsi, antara lain berupa semakin banyaknya jumlah serta pilihan
barang yang dapat dikonsumsi. Dengan adanya perdagangan internasional,
barang yang tersedia dipasar bukan hanya berasal dari dalam negeri tetapi juga
dari luar negeri. Kita jadi memiliki lebih banyak pilihan barang yang
akan kita konsumsi. Meskipun uang yang kita miliki sama, namun pilihan
barang yang dapat kita beli dengan uang tersebut akan tersedia lebih banyak.
b. Pengaruh Ekonomis pada Kegiatan
Produksi
Perdagangan internasional memberikan pengaruh yang
besar pada kegiatan produksi. Sebelumnya sudah dibahas bahwa perdagangan
internasional akan mendorong setiap negara melakukan spesialisasi sesuai dengan
keunggulan yang dimilikinya. Spesialisasi yang didasarkan pada
keunggulan, akan membuat suatu negara berusaha memproduksi dalam kualitas yang
lebih baik serta jumlah yang lebih banyak. Spesialisasi juga akan
mendorong peningkatan produktivitas atau keahlian pekerja. Semakin
spesialis produksi suatu negara maka semakin tinggi kualitas dan produktivitasnya.
2. Pengaruh Nonekonomis
Selain pengaruh langsung yang bersifat ekonomis,
perdagangan internasional juga membawa pengaruh yang tidak langsung dan
bersifat nonekonomis. Pengaruh nonekonomis perdagangan internasional
meliputi aspek budaya, aspek pendidikan, aspek politik, dan aspek militer.
1.
Perdagangan internasional dapat membuka hubungan
budaya antarnegara yang melakukan perdagangan, misalnya dengan mengadakan
pertukaran seni budaya antarnegara.
2.
Dalam aspek pendidikan, perdagangan internasional
dapat meningkatkan hubungan kedua negara dengan cara mengadakan pertukaran
pelajar antarnegara, memberikan beasiswa untuk belajar di suatu negara, atau
memberikan bantuan untuk membangun sekolah-sekolah di negara yang kurang mampu.
4.
Perdagangan internasional dapat menjadi pintu pembuka
untuk kerja sama antarnegara dalam bidang militer, misalnya untuk mengawasi
penyelundupan barang-barang terlarang dan pembajakan yang dapat merugikan kedua
belah pihak.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat impor
beras Indonesia dari negara lain mencapai US$ 351,60 juta atau sekitar Rp 4,78
triliun sepanjang 2015. Ada lima negara penyuplai beras terbesar ke Indonesia,
antara lain dari Vietnam yang memasok US$ 202,56
juta (57,61 persen) ke Indonesia. Disusul Thailand dengan nilai impor beras US$
66,77 juta (18,99 persen) dan Pakistan senilai US$ 62,95 juta (17,90 persen). Kemudian
di urutan keempat dan kelima ada India dan Myanmar yang masing-masing memasok
beras ke negara ini senilai US$ 13,67 juta (3,89 persen) dan US$.
2,73 juta (0,78 persen
Daftar pustaka
Yasin, Muhammad, dan Sri Ethicawati. 2007.Ekonomi Pelajaran IPS Terpadu Untuk SMP. Jakarta: Ganeca Exact.
