Selasa, 12 November 2019

MENGETAHUI LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DAN JENJANG KARIER MENTERI KABINET INDONESIA MAJU


Berikut susunan lengkap Kabinet Indonesia Maju, periode 2019-2024 :

  1. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan: Mahfud MD

Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD., S.H., S.U., M.I.P. (lahir di Sampang, Madura, Jawa Timur, 13 Mei 1957) adalah politisi, akademisi dan hakim berkebangsaan Indonesia. Latar Belakang Pendidikan Mahfud adalah lulusan dari  Sarjana Hukum Tata Negara, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Magister Ilmu Politik, Doktor Ilmu Hukum Tata Negara di Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Profesor Hukum Tata Negara di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.

Dari Segi Jabatan di pemerintahan, Mahfud pernah menjadi  Menteri Kehakiman (2000–2001), Setelah menapaki karir sebagai menteri, Mahfud masuk ke dunia politik. Awalnya, dia tergabung dalam Partai Amanat Nasional (PAN), dan kemudian pindah ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Mahfud terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2004-2008 untuk Fraksi PKB. Ia ditempatkan di Komisi III DPR RI. Mahfud juga tercatat sebagai Anggota Tim Konsultan Ahli pada Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN). Dan  juga pernah menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (2008–2013).

Dari segi latar belakang pendidikan dan jabatan, Mahfud Md dapat dikatakan sesuai. Pengalamannya dalam bidang politik dan hukum dapat mendorongnya untuk meningkatkan kinerja di Kementrian Koodinator Politik Hukum dan Keamanan.



  1. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Airlangga Hartarto

Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T. (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 1 Oktober 1962) adalah seorang Ketua Umum Partai Golkar berkebangsaan Indonesia. Airlangga Hartarto pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian menggantikan Saleh Husin pada perombakan Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Airlangga merupakan lulusan Master of Business Administration (MBA) Monash University Melbourne, Australia (1997) dengan jenjang karier yaitu sebagai Menteri Perindustrian (2016-2019) dan Ketua umum partai golkar (2017-sekarang).

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, Airlangga Hartanto dapat dikatakan sesuai. Dengan pengalaman sebelumnya sebagai menteri perindustrian dapat dijadikan dorongan dalam meningkatkan kinerjanya di bidang perekonomian Indonesia.



  1. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Muhadjir Effendy

Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P. (lahir di Madiun, Jawa Timur, 29 Juli 1956). Latar belakang pendidikannya yaitu lulusan Sarjana Muda, Fak. Tarbiyah IAIN MALANG, Sarjana Pendidikan Sosial di Univeristas Negeri Malang, S-2:  Program Magister Adminsitrasi Publik (MAP), Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, S-3: Program Doktor Ilmu-Ilmu Sosial, Pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya.

Dari segi jenjang kariernya, pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tiga periode yaitu tahun 2000–2016, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, juga pernah menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ke-28 pada Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf kalla yang menjabat sejak 27 Juli 2016 menggantikan Anies Baswedan.

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, Muhadjir Effendy dapat dikatakan mendekati sesuai. Meskipun beliau belum memiliki pengalaman dalam bidang pembangunan manusia, namun diharapkan dengan jabatan barunya dapat dijalankan dengan tanggung jawab sehingga dapat meningkatkan kinerjanya.



  1. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi: Luhut B Pandjaitan

Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A. (lahir di Simargala, Huta Namora, Silaen, Toba Samosir, Sumatra Utara, 28 September 1947). Luhut merupakan lulusan Masters in Public Administration, George Washington University, Washington DC, Amerika Serikat. National Defense University, Amerika Serikat.

Dari segi karier yaitu sebagai Duta Besar RI untuk Singapura (1999-2000), sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan (2000-2001), Kepala Staf Kepresidenan (2014-2015), Menko Polhukam (2015-2016), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (2016-2019).

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, Luhut Binsar Pandjaitan dapat dikatakan sesuai. Dengan segala pengalaman kariernya, diharapkan dapat mampu meneruskan program pekerjaannya untuk meningkatkan kinerjanya di kementrian bidang kemaritiman dan investasi.



  1. Menteri Pertahanan: Prabowo Subianto

Letnan Jenderal (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo (lahir di Jakarta, 17 Oktober 1951) adalah seorang politisi, pengusaha, dan perwira tinggi militer Indonesia. Latar belakang Pendidikan masa kecilnya ditempuhnya di Malaysia, Swiss, dan Amerika Serikat. Akademi Militer (Akmil) Magelang (1969-1974).

Dari segi jenjang karier, ia pernah menjadi Komandan Komando Pasukan Khusus (1995-1996), Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (1996-1998), Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat (1998),  Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Periode 2001-2011, kemudian dalam karier politiknya, ia adalah Pendiri Partai Gerindra, 2008, calon presiden tahun 2004, 2014, dan 2019.

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, Prabowo dapat dikatakan sesuai. Dengan segala pengalaman di bidang pertahanan (akmil), diharapkan dapat meningkatkan kinerja pertahanan Indonesia untuk kedepannya.



  1. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno

Prof. Dr. Drs. Pratikno, M.Soc.Sc. (lahir di Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia, 13 Februari 1962). Dari latar belakang Pendidikannya, Praktikno adalah lulusan S1(Drs.) Ilmu Pemerintahan,Fak. Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UGM. S2, M.Soc.Sc. in Development Administration, Birmingham University, UK. S3, Ph.D. in Political Science, Flinders University, Australia. Dan S3, Ph.D. in Political Science, Flinders University, Australia.

Dari segi Jenjang karier yang pernah ia duduki yaitu sebagai Dekan Fisipol Universitas Gadjah Mada (2008-2012), Rektor Universitas Gadjah Mada (2012-2014). Ia sebelumnya pernah menjadi  Menteri Sekretaris Negara ke-16 pada masa presiden Joko Widodo.

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, Pratikno dapat dikatakan sesuai. Mengingat pengalaman beliau yang sudah pernah menjadi Menteri Sekretaris Negara yang diharapkan untuk selanjutnya dapat meningkatkan kinerja tugas dan wewenangnya.



  1. Menteri Dalam Negeri: Jenderal (Pol) Tito Karnavian

Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. (lahir di Palembang, Sumatra Selatan, 26 Oktober 1964). Tito merupakan lulusan Pendidikan Master Ilmu Kepolisian di University of Exeter, Inggris (1993), Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta (1996), Royal New Zealand Air Force Command & Staff College, Auckland, New Zealand (1998), Massey University, New Zealand (1998).

Dari segi jenjang karier yang pernah ia tempati adalah sebagai Kapolda Metro Jaya (2015-2016), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) (2016), Kapolri (2016-2019) dengan penghargaan yang pernah dicapai yaitu Adhi Makayasa (1987), Bintang Wiyata Cendekia (1996), Bintang Seroja (2011).

Dari segi jenjang karier dan pendidikan serta penghargaan yang pernah didapat, Tito Karnavian dapat dikatakan sesuai. Dengan hal tersebut diharapkan dapat mengemban tugas sebagai menteri dalam Negeri secara adil dan bertanggung jawab.



  1. Menteri Luar Negeri: Retno LP Marsudi

Retno Lestari Priansari Marsudi (lahir di Semarang, Jawa Tengah, 27 November 1962). Latar belakang Pendidikan yang ia tempuh yaitu S1 Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, S2 Hukum Uni Eropa, Haagse Hogeschool, Belanda. Studi hak asasi manusia di Universitas Oslo. Dari segi jenjang karier yang pernah diduduki yaitu, Duta Besar Indonesia untuk Norwegia dan Islandia (2005), Direktur Jenderal Eropa dan Amerika, yang bertanggung jawab mengawasi hubungan Indonesia dengan 82 negara di Eropa dan Amerika, Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda (2012), Menteri Luar Negeri Indonesia ke-17 (2014).

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, Retno Marsudi dapat dikatakan sesuai. Dengan segala pengalaman dalam bidang keluar negerian, diharapkan dapat terus meningkatkan kinerja dalam tugas dan wewenangnya



  1. Menteri Agama: Jenderal Fachrul Razy

Jenderal TNI (Purn.) Fachrul Razi (lahir di Banda Aceh, Aceh Darussalam, 26 Juli 1947). Fachrul diketahui merupakan lulusan Akademi Militer pada tahun 1970. Posisi tertinggi yang pernah di duduki adalah Wakil Panglima TNI pada 1999-2000. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Gubernur Akmil (1996-1997), Asisten Operasi Kasum ABRI (1997-1998), Kepala Staf Umum ABRI (1998-1999), dan Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan (1999).

Dari segi jenjang karier dan pendidikan untuk menjabat sebagai Menteri Agama, Fachrul Razi dapat dikatakan kurang sesuai. Fachrul tidak memiliki latar belakang pendidikan agama sebagaimana seharusnya seorang menteri agama. Juga tidak memiliki jenjang karier yang seharusnya dimiliki oleh Menteri agama.



  1. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia: Yasonna Laoly

Prof. Yasonna Hamonangan Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D. (lahir di Sorkam, Tapanuli Tengah, 27 Mei 1953). Ia merupakan lulusan dari Sarjana Fakultas Hukum USU (1978), Master Virginia Commonwealth University (1986), Doktor North Carolina University (1994), Internship in Higher Education Administration Roanoke College, Salem Virginia, USA 1983-1984.

Dari segi jenjang karier, ia pernah menjadi Pengacara & Penasehat Hukum (1978-1983), pembantu dekan Fakultas Hukum Universitas HKBP Nommensen (1980-1983). Dekan Fakultas Hukum Universitas HKBP Nommensen (1998-1999), Asisten Riset Departemen Sosiologi and Antropologi di NCSU. Dari segi karier politik, salah satunya ia pernah menjadi anggota DPR RI mewakili PDI Perjuangan dari wilayah Sumatra Utara I, dan juga menjadi Menteri Hukum dan HAM di Kabinet Kerja 2014-2019.



11.  MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN: NADIEM MAKARIM

Berkelahiran di Singapura, 4 Juli 1984. Dari penelusuran Kompas.com, Nadiem menempuh pendidikan di Jakarta dan United World College of Southeast Asia (UWC SEA) Singapura, dan bertolak ke Amerika Serikat (AS). Di AS, dia menempuh kuliah sarjana di jurusan Hubungan Internasional Brown University, dan kemudian mengambil strata S2 di Harvard University. Jenjang karier yang memperkenalkan namanya ke dunia public adalah sebagai CEO Gojek (2010-2019).

Dari segi jenjang karier dan pendidikan Nadiem Makarim dapat dikatakan sesuai. Disamping karena jenjang pendidikan yang baik dan mendukung, ia juga dapat menjadi figure kawula muda dalam dunia pendidikan dengan keberhasilannya menjadi seorang CEO Gojek. Meskipun ia bukan dari sector pendidikan, namun ia mengerti apa yang terjadi di masa depan karena memang dunia Nadiem Makarim berada dalam dunia teknologi yang berperan besar dalam efisiensi, efektifitas, kualitas maupun administrasi dalam dunia pendidikan

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, Yasonna Laoly dapat dikatakan sesuai, walaupun semasa jabatan sebelumnya sebagai Menteri hukum dan HAM memiliki konflik dengan kepentingan partai politik asalnya, juga dengan surat mengundurkan dirinya sebagai Menteri hukum dan HAM untuk menjadi anggota DPR RI tapi kemudia ia mengundurkan diri juga dari anggota DPR tersebut. seharusnya ia tidak berla. Dengan pengalaman sebelumnya menjadi menhum dan ham, diharapkan dapat melanjutkan program kerja dan meningkatkan kinerjanya



12.   MENTERI PEMUDA DAN OLAHRAGA: ZAINUDIN AMALI

Berkelahiran di Gorontalo, 16 Maret 1962. Dari penelusuran Kompas.com, Zainudin merupakan lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi pada tahun 1992. Salah satu jenjang karier yang pernah ia tempati adalah sebagai sekertariat jendral partai Golkar pada tahun 2014-2015.

Dari segi jenjang karier dan pendidikan Zainudin Amali belum dapat dikatakan sesuai. Zainudin tidak memiliki atau pernah menapaki jenjang karier di dunia olahraga. Selain itu, Zaiudin merupakan salah satu dari 4 menteri Jokowi yang pernah diperiksa oleh KPK.



13.   MENTERI TENAGA KERJA: IDA FAUZIYAH

Berkelahiran di Mojokerto, 16 Juli 1969. Dari penelusuran Kompas.com, Ida merupakan lulusan Program Sarjana di Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya (1993) dengan jenjang karier sebagai anggota DPR pada tahun 1999-2018 dan wakil ketua umum DPP PKB Bidang Kesra dan Perekonomian (2019-2024).

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, Ida Fauziyah dapat dikatakan mendekati sesuai. Ida saat ini menduduki jabatan dibidang kesejahteraan rakyat dan perekonomian yang kemungkinan diharapkan dapat mendukung jalannya tugas dan wewenang sebagai menteri tenaga kerja. Namun, Ida Fauziyah juga merupakan salah satu dari 4 menteri Jokowi yang pernah diperiksa oleh KPK.

14.   MENTERI PERDAGANGAN: AGUS SUPARMANTO

Berkelahiran di Jakarta, 23 Desember 1965. Dari penelusuran Kompas.com, Agus memiliki jenjang karier sebagai ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar (PB) Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) masa jabatan 2014-2018 dan 2018-2022.

Agus merupakan Direktur Utama PT Galangan Manggar Biliton (GMB) yang beroperasi di Bangka Belitung. Pada 2016, GMB mempunyai proyek pembangunan dok kapal di Manggar yakni tepatnya di pinggir aliran sungai Manggar, Belitung Timur yang dikerjakan dengan menggandeng anak usaha PT Timah Tbk, yaitu PT Dok dan Perkapalan Air Kantung (PT DAK).

Dari segi jenjang karier, Agus Suparmanto dapat dikatakan mendekati sesuai. Dengan menjabat sebagai direktur utama proyek pembangunan kapal, diharapkan dapat meningkatkan kualitas sector perdagangan di Indonesia. Namun, kompas.com tidak memberikan jenjang pendidikan Agus Suparmanto yang memiliki kemungkinan jenis bidang kelulusan yang ia ambil sesuai atau tidak dengan jabatannya sebagai menteri perdagangan. Untuk posisi Menteri Perdagangan, Agus mengaku diminta membantu Presiden Jokowi untuk menggenjot ekspor dan neraca perdagangan Indonesia terhadap negara lain.



15.   MENTERI KESEHATAN: TERAWAN AGUS PUTRANTO.

Berkelahiran di Yogyakarta, 5 Agustus 1964. Dari penelusuran Kompas.com, Terawan merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah mada tahun 1990. S2, Spesialisasi Radiologi di Universitas Airlangga, Surabaya, pada tahun 2004. S3, Doktor Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar pada tahun 2013. Jenjang karier yaitu salah satunya sebagai Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, tahun 2015.

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, Terawan dapat dikatakan sesuai. Dengan jenjang karier dan pendidikan yang dicapai serta cita-cita yang memang ingin ia capai sedari dulu, diharapkan dapat mendorong kinerjanya dalam dunia kesehatan. Terawan juga merupakan dokter langganan Prabowo saat mengalami vertigo.



16.   MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN: EDHY PRABOWO.

Berkelahiran di Tanjung Enim, Sulsel, 26 Desember 1972. Dari penelusuran Kompas.com, Edhy merupakan lulusan Program Sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Prof Dr Moestopo, Jakarta (1997) Program Magister Swiss German University (2004). Jenjang karier yang diduduki yaitu sebagai Anggota DPR RI (2014-2019) Anggota DPR RI (2009-2014) Wakil Ketua Umum Partai Gerindra (2012-sekarang).

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, Edhy Prabowo mendekati sesuai. Meskipun tidak pernah menggeluti sector bidang kelautan dan perikanan, diharapkan dengan kelulusannya sebagai sarjana ekonomi dapat mendukung kinerjanya sebagai menteri kelautan dan perikanan menggantikan menteri sebelumnya Susi Pudjiastuti.



17.   MENTERI RISET DAN TEKNOLOGI: BAMBANG BRODJONEGORO.

Berkelahiran di Jakarta, 3 Oktober 1966. Dari penelusuran Kompas.com, Bambang merupakann lulusan Universitas Indonesia (1990), Universitas IIIinois pada tahun 1993 dan 1997. Jenjang karier terakhir yang pernah diduduki adalah sebagai Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada tahun 2016-2019.

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, Bambang Brodjonegoro dapat dikatakan sesuai. Meskipun belum pernah berkecimpung dalam dunia teknologi, Bambang pernah menggeluti tugas sebagai kepala Bappenas yang diharapkan dapat membantu meningkatkan pembangunan serta perencanaan tugas dan tanggung jawabnya sebagai menteri riset dan teknologi.



18.   MENTERI ESDM: ARIFIN TASRIF.

Berkelahiran di Jakarta, 19 Juni 1953. Dari penelusuran Kompas.com, Arifin merupakan lulusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (1971-1977) dengan jenjang karier yang pernah ia geluti sebagai Duta Besar Indonesia untuk Jepang (2017-2019). Arifin juga memiliki prestasi Honorary Fellowship Award dari AFEO (ASEAN Federation of Engineering Organization).

Dari segi jenjang karier dan pendidikan serta prestasi yang pernah dicapai, Arifin Tasrif dapat dikatakan sesuai. Hubungannya dengan Negara lain (Jepang) memungkinkan adanya peningkatan ESDM Indonesia. Selain itu, dengan adanya jenjang karier dan pendidikan serta prestasi yang didapat, diharapkan dapat menjadi ilmu serta pacuan untuk meningkatkan embanan tugas sebagai menteri ESDM.



19.   MENTERI PERTANIAN: SYAHRUL YASIN LIMPO.

Berkelahiran di Makassar, 16 Maret 1955. Dari penelusuran Kompas.com, Syahrul merupakan lulusan S1, S2 dan S3 Universitas Hasanuddin dengan jenjang karier sebagai Gubernur Sulawesi Selatan periode 2008 hingga 2018.

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, Syahrul Yasin Limpo dapat dikatakan mendekati sesuai. Meskipun belum memiliki riwayat jenjang karier di dunia pertaanian, diharapkan Syahrul dapat bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya sebagai menteri pertanian.



20.   MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI (PAN-RB): TJAHJO KUMOLO

Berkelahiran di Surakarta, 1 Desember 1957. Dari penelusuran Kompas.com, Tjahjo Kumolo merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip), Semarang (1985) dengan pendidikan khusus Kursus Singkat Angkatan Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta (1994). Jenjang karier yang pernah ia tempati adalah sebagai menteri dalam Negeri (2014-2019).

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, Thahjo Kumolo dapat dikatakan sesuai. Pernah berkecimpung dan mengemban tugas sebagai menteri dalam negeri, diharapkan mampu meningkatkan kinerjanya sebagai menteri Pan-Rb.



21.   MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DAN TRANSMIGRASI (PDTT): ABDUL HALIM ISKANDAR.

Berkelahiran di Jombang, Jawa Timur, 14 Juli 1962. Dari penelusuran Kompas.com, Syahrul memiliki hubungan darah dengan presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai paman-keponakan. Riwayat pendidikan Abdul Halim Iskandar, dari tingkat dasar hingga tingkat atas (SMA) dijalani di Pondok Pesantren Mambaul Maarif. Setelah dinyatakan lulus, ia melanjutkan pendidikan di IKIP Yogyakarta. Pada tahun 1993-1997, Abdul Halim Iskandar pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah Universitas Hasyim Asyari (UNHASY) Tebuireng. Pada tahun 1998, terjadi perubahan besar di Indonesia dengan bergeraknya gelombang reformasi yang kemudian Gus Dur mendirikan PKB. Sejak saat itulah, Halim mulai aktif berpolitik.

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, Abdul Halim Iskandar dapat dikatakan mendekati sesuai. Selama menempuh pendidikan di "Kota Pelajar" tersebut, Halim mulai mengasah bakat organisasinya. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kinerja tugas dan wewenangnya sebagai mendes PDTT.





22.   MENTERI SOSIAL: JULIARI BATUBARA.

Berkelahiran di Jakart, 22 Juli 1972. Dari penelusuran Kompas.com, Juliari merupakan lulusan Riverside City College USA (1991-1995) Bussiness Administration with minor in Finance, Chapman University USA (1995-1997). Jenjang karier yang pernah dijalani yaitu salah satunya sebagai Komisaris PT. Tridaya Mandiri (2005) dengan riwayat organisasi yang salah satunya sebagai Wakil Bendahara PDI Perjuangan (2010).

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, Juliari Batubara dapat dikatakan sesuai. Diharapkan jabatan yang ia dapat dapad dilaksanakan dengan adil dan bertanggung jawab.



23.   MENTERI PERHUBUNGAN: BUDI KARYA SUMADI.

Berkelahiran di Palembang, 18 Desember 1956. Dari penelusuran Kompas.com, Budi merupakan lulusan Universitas Gadjah Mada Jurusan Arsitektur (1981) dengan jenjang karier yaitu sebagai Menteri Perhubungan Indonesia (2016-2019) Menteri Perhubungan Indonesia (2019-sekarang).

Dari segi jenjng karier dan pendidikan, Budi dapat dikatakan sesuai. Pengalaman tahun sebelumnya sebagai menteri perhubungan, diharapkan dapat diteruskan segala kinerja yang dilakukan.



24.   MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAN (PUPR): BASUKI HADIMULJONO.

Berkelahiran di Surakarta, 5 November 1954. Dari penelusuran Kompas.com, Basuki merupakan lulusan Program Sarjana Teknik Geologi Universitas Gajah Mada, Yogyakarta (1979) Program Magister dan Doktor Teknik Sipil di Colorado State University, Amerika Serikat (1989) dengan jenjang karier yaitu sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (2005-2007) Direktur Jenderal Penatan Ruang (2013-2014) Menteri PUPR (2014-2019).

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, Basuki Hadimuljono dapat dikatakan sesuai. Dengan karier sebelumnya yang juga menjabat sebagai menteri pupr, diharapkan dapat meneruskan segala pekerjaan yang dilakukan dan akan dilakukan untuk meningkatkan kinerja dalam bidang PUPR.



25.   MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG (ATR): SOFYAN DJALIL.

Berkelahiran di Aceh Timur, 23 September 1953. Dari penelusuran Kompas.com, Sofyan merupakan lulusan Tuft University (1993) dengan jenjang karier yaitu sebagai menteri perencanaan pembangunan social (2015-2016) dan menteri ATR (2015-2019).

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, Sofyan Djalil dapat dikatakan sesuai. Di tahun sebelumnya, Sofyan sudah pernah menjabat sebagai menteri ATR, diharpkan di jabatan tahun berikutnya dapat meningkatkan kinerjanya dalam tugas dan wewenang yang ia emban.



26.   MENTERI BUMN: ERICK THOHIR.

Berkelahiran di Jakarta, 30 Mei 1970. Dari penelusuran Kompas.com, Erick merupakan putra Teddy Thohir salah satu pemilik Astra International. "Membangun BUMN, ekspansi ke pasar global, itu ada di beliau," sebut Jokowi saat mengumumkan anggota kabinet. Pria 49 tahun panyandang gelar Master of Business Administration dari Universitas Nasional California ini juga aktif dalam bidang olahraga mulai basket hingga sepak bola. Ia tercatat sempat mengakuisisi saham mayoritas Inter Milan, salah satu klub sepak bola besar di Italia. Berkat itu, Erick lantas menjadi Presiden Inter Milan pada 2013.

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, Erick Thohir dapat dikatakan sesuai. Diharapkan Erick mampu membangun BUMN ke pasar global sesuai keinginan presiden Jokowi.



27.   MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF: WISHNUTAMA.

Berkelahiran di Jayapura, 4 Mei 1970. Dari penelusuran Kompas.com, merupakan CEO NET Tv yang dikenal sebagai Sutradara Kreatif Opening dan Closing Ceremony Asian Games 2018. Lulusan jurusan liberal arts, Mount idea college, Boston, Amerika Serikat dan Communication, Emerson College, Boston, Amerika Serikat.

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, Wishnutama dapat dikatakan sesuai. Mengingat pengalamannya dalam bidang komunikasi dan kreatifitas, diharapkan dapat membangun dan meningkatkan kinerja dibidang pariwisata dan kreatif Indonesia.



28.   MENTERI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK (PPPA): I GUSTI AYU BINTANG DARMAVATI.

Berkelahiran di Bali, 24 November 1968. Dari penelusuran Kompas.com, beliau merupakan lulusan Universitas Udayana, dengan jenjang karier sebagai Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Denpasar. Riwayat organisasi yaitu Ketua Bidang Organisasi Dewan Kerajinan Nasional (Dekarnas) Ketua Bidang II Penggerak PPK Ketua Bidang Peningkatan Kualitas Keluarga Besar Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMS) Bali Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Dari segi jenjang karier dan pendidikan serta riwayat organisasi, I Gusti Ayu Bintang Darmavati dapat dikatakan sesuai. Dengan segudang pengalaman oraganisasi di bidang solidaritas, di harapkan dapat mengemban tugas dan kewajiban dengan baik dan bertanggung jawab.



29.   MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN: SITI NURBAYA BAKAR.

Berkelahiran di Jakarta, 28 Juli 1956. Dari penelusuran Kompas.com, merupakan lulusan Institut Pertanian Bogor, Lulus 1979 International Institute for Aerospace Survey and Earth Science (ITC), Enschede, Belanda, Lulus 1988 S-3 IPB dengan Siengen University, Jerman, Lulus 1998. Jenjang karier yang pernah dijalani yaitu sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: 2014-2019.

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, Siti Nurbaya Bakar dapat dikatakan sesuai. Melanjutkan tugas dan wewenang di tahun sebelumnya sebagai menteri LHK, diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas kinerja kewajibannya.



30.   MENTERI PERINDUSTRIAN: AGUS GUMIWANG KARTASAMITA.

Berkelahiran di Jakarta, 3 Januari 1969. Dari penelusuran Kompas.com, merupakan lulusan program doctor ilmu pemerintahan, Universitas Padjajaran (2010-2012) dengan jenjang karier yaitu sebagai Menteri social (Agustus 2019).

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, Agus Gumiwang Kartasasmita dapat dikatakan sesuai. Meskipun beliau bukan merupakan lulusan dari bidang perindustrian, tapi beliau sudah pernah memiliki pengalaman dengan berkecimpung di bidang social yang diharapkan dapat menjadi lonjakan untuk meningkatkan tugas dan wewenangnya yang saat ini.



31.   MENTERI KOPERASI DAN UMK: TETEN MASDUKI.

Berkelahiran di Garut, 6 Maret 1962. Dari penelusuran Kompas.com, Teten merupakan lulusan IKIP Bandung (1987) dan Kursus Kepemimpinan LSM di Eltaller, Tunisa (1989) dengan jenjang karier yaitu sebagai ketua ICW (1998-2008) dan Kepala staf kepresidenan (2015-2018).

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, Teten Masduki dapat dikatakan mendekati sesuai. Dengan memiliki ilmu dalam dunia LSM dan jenjang karier sebagai ketua ICW diharapkan dapat menambah kualitas kinerjanya dalam bidang kekoperasian dan umk.





32.   MENTERI KEUANGAN: SRI MULYANI.

Berkelahiran di Bandar Lampung, 26 Agustus 1962. Dari penelusuran Kompas.com, Sri merupakan lulusan University of lllinois Chicago dan Urbana dengan jenjang karier yaitu sebagai Direktur pelasana world bank (2010-2016) dan Mekeu (2016-2019).

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, Sri Mulyani dapat dikatakan sesuai. Mengingat segala pengalaman dan pencapaiannya terdahulu di periode sebelumnya sebagai Menkeu. Diharapkan beliau dapat terus meningkatkan kinerjanya dalam bidang keuangan Indonesia.



33.   MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA: JOHNNY G PLATE.

Berkelahiran di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur pada 10 September 1956. Dari penelusuran Kompas.com, Johnny merupakan lulusan Universitas Atma Jaya, Jakarta dengan jenjang karier yaitu sebagai Komisi IX yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan nasional, perbankan, dan lembaga keuangan bukan bank untuk periode 2014-2019. Pada tahun 2017, Johnny dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal Partai Nasdem hingga tahun 2019.

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, Johnny G Plate dapat dikatakan sesuai. Dengan segala pengalamannya, diharapkan dapat mendorong kinerjanya dalam bertugas di tugas dan wewenangnya saat ini.



34.   MENTERI PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN NASIONAL (PPN)/ KEPALA BAPPENAS: SUHARS0 MONOARFA.

Berkelahiran di Mataram, 31 Oktober 1954. Dari penelusuran Kompas.com, Suharso merupakan lulusan Program Magister di University of Michigan, AS (1995) Program Sarjana Fakultas Planologi Institut Teknologi Bandung (1975) Akademi Geologi dan Pertambangan Bandung (1973) dengan jenjang karier yang pernah diduduki yaitu sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) (Januari 2019) Menteri Perumahan Rakyat Kabinet Indonesia Bersatu II (2009-2011) Anggota DPR (2004-2009) Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) (Maret 2019).

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, Suharso Monoarfa dapat dikatakan sesuai. Dengan segala pengalamannya dalam bidang persatuan dan pembangunan diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja jabatannya saat ini.



35.   JAKSA AGUNG RI: ST BURHANUDDIN.

Berkelahiran di Cirebon, 17 Juli 1954. Dari penelusuran Kompas.com, Burhanuddin merupakan lulusan Ilmu Hukum Universitas Diponegoro (1983) Pendidikan pembentukan jaksa (1991) Pendidikan korupsi (1992) Pendidikan wira intelijen (1993) Pendidikan Penyelundupan (1994) Pendidikan administrasi perkara TP umum (1995) Pendidikan peradilan TUN (1995) Pendidikan hak atas kekayaan intelektual (1996) Pendidikan spama (1996) Magister Manajemen Universitas Indonesia (2001) Pendidikan kepemimpinan tingkat 1 (2003) Doktor Satyagama, Jakarta (2006) Pendidikan kepemimpinan tingkat 2 (2008). Jenjang karier yaitu sebagai Staf Kejaksaan Tinggi Negeri Jambi (1989) Kepala Kejaksaan Negeri B Kejari Bangko Jambi (1999-2001) Kepala Kejaksaan Negeri A Kejari Cilacap (2003-2004) Direktur Eksekusi dan Eksaminasi Jampidsus (2007-2008) Kejaksaan Tinggi Kejati Maluku Utara (2008-2009) Inspektur V Jaksa Agung Muda (JAM) Pengawasan (2009) Kepala Kejaksaan Tinggi Kejati Sulawesi Selatan (2010-2011) Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Kejagung RI (2011-2014) Komisaris Utama PT Hutama Karya (2015-2019) Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Aceh Asisten Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi (Aspidum Kejati) Jambi Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Aspidsus Kejati) NAD Asisten Pengawasan Kejaksaan Tinggi (Aswas Kejati) Jawa Barat. Dengan penghargaan yang pernah dicapai yaitu Satyalancana Karya Satya X dari Presiden RI (1998) Satyalancana Karya Satya XX dari Presiden RI (2007).

Dari segi jenjang karier dan pendidikan serta penghargaan yang dicapai, ST Burhanuddin dapat dikatakan sesuai. Melihat segala pengalaman yang pernah beliau lakukan, diharapkan dapat mengemban tugas dan wewenangnya secara adil dan bertanggung jawab.



36.   KEPALA STAF KEPRESIDENAN: MOELDOKO

Berkelahiran di Kediri, 8 Juli 1957. Dari penelusuran Kompas.com, Moeldoko merupakan lulusan S-3 Falkultas Administrasi Negara, Universitas Indonesia, Jakarta, 2014 dengan jenjang karier yaitu sebagai Panglima TNI (2013-2015) Kepala Staf Kepresidenan (2018).

Dari jenjang karier dan pendidikan, Moeldoko dapat dikatakan sesuai. Mengingat jabatannya terdahulu sebagai staf kepresidenan, diharpakan dapat meningkatkan kinerjanya pada jabatan saat ini.



37.   SEKRETARIS KABINET: PRAMONO AGUNG

Berkelahiran di Kediri, 11 Juni 1963. Dari penelusuran Kompas.com, Pramono merupakan lulusan Magister Manajemen UGM (1990-1992) Doktor Ilmu Komunikasi Unpad (2010-2013) dengan jenjang karier sebagai Wakil Ketua DPR RI (2009-2014) Menteri Sekretaris Kabinet Kabinet Kerja (2015-2019).

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, Pramono Agung dapat dikatakan sesuai. Mengingat pengalaman beliau terdahulu yang pernah menjabat sebagai mensek cabinet kerja, diharapkan dapat meneruskan program kerjanya dan meningkatkan kinerjanya pada periode saat ini.



38.   KEPALA BADAN KOORDINASI DAN PENANAMAN MODAL (BKPM): BAHLIL LAHADALIA

Berkelahiran di Banda, Maluku Utara, 7 Agustus 1976. Dari penelusuran Kompas.com, Bahlil merupakan lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay, Jayapura, Papua dengan jenjang karier sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) (2015-2019).

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, Bahlil Lahadalia dapat dikatakan sesuai. Dengan pengalamannya sebagai dibidang himpunan pengusaha muda Indonesia, diharapakan dapat mendorong kinerja kegiatan dalam bidang koordinasi dan penanaman modal.

SUMBER:


Senin, 10 Juni 2019

Antecedent of Pronouns & Dangling Constructions



ANTECEDENT OF PRONOUN
When a pronoun is used in a sentence, it must have a corresponding noun at the beginning before it was used. This particular noun which is referred by the pronoun that comes later is known as the antecedent of that pronoun. And there should be a clear indication of that noun to which the pronoun would be referring to.
Examples             :
INCORRECT Ä
CORRECT Å
Willy doesn't like millennials because it is judged.
Willy doesn’t like millennials because they are judged.
Many people don’t realize what he/she have until it is lost.
Many people don’t realize what they have until it is lost.
DANGLING CONSTRUCTION
When a sentence begins with a participial phrase, make sure that the phrase or clause logically agrees with the subject of the sentence. If not, the construction will "dangle."
Examples             :
PROBLEM
SOLUTION
Stashed away in the company storage room for the past twenty years, the owner of the painting has decided to sell it. (Which was stashed in the company storage room: the owner or the painting?)
·         The owner of the painting that has been stored in the company storage room for the past twenty years has decided to sell it.
After eating on the street, her stomach usually hurts. (Which was eating on the street: herself or her stomach?)
After eating on the street, she usually feels hurt on her stomach.